Kuasa Perkataan
"Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya"
(Amsal 18:24)
Terang
Dunia | Shalom,
kita percaya bahwa hidup dan mati kita di tentukan oleh perkataan dari mulut
kita. Dalam Amsal 18 : 24 dengan jelas di sebutkan bahwa hidup dan mati
ditentukan oleh perkataan manusia itu sendiri. Sepanjang sejarah, ada
banyak peristiwa besar terjadi dimulai dari perkataan. Perkataan yang positif
akan berdampak positif, tetapi perkataan yang negatif atau ucapan jahat bisa
berdampak sangat mengerikan bagi kehidupan manusia.
Allah sangat memahami bahwa ada kuasa yang luar
biasa dari perkataan manusia, terutama apabila diucapkan oleh nabi-Nya. Sebelum
Allah mengutus Yeremia sebagai “penyambung lidah” Allah, terlebih dahulu Allah
menaruh perkataan-perkataan-Nya dalam mulut Yeremia. “Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan
atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan
meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.” (Yeremia 1:10)
Nelson Mandela, dia adalah tokoh sejarah yang
tahu persis tentang bagamana dia harus benar-benar menjaga lidah / perkataannya.
Di Afrika selatan dia pernah di penjara selama 27 tahun karena menentang
rezim apartheid. Selama di dalam penjara dia harus benar-benar
menjaga perkataannya, karena jika salah dia akan menerima
konsekuensinya. Perkataan berkuasa memberikan hidup melalui kata-kata yang
jujur dan membangkitkan semangat. Namun, perkataan dapat juga merusak dan
membunuh lewat kebohongan dan gosip. Bagaimana kita dapat memastikan bahwa
perkataan yang kita ucapkan akan memberikan hasil yang baik? Satu-satunya cara
adalah dengan tekun menjaga hati kita. “Jagalah
hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”
(Amsal 4:23) | Terang Dunia
Mau donasi lewat mana?
BCA - Elia (077-063-2951)
Mandiri - Elia (13800-1982-5590)
Post a Comment