Kekuatiran
"Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari?"
(Mazmur 13:3)
Terang Dunia | Hidup di tengah
dunia yang semakin bergejolak dan penuh problematika ini tak seorang pun hidup
tanpa kuatir dan tak seorang pun terhindar dari rasa kuatir, termasuk orang
percaya. Jika ada orang yang menyatakan
diri bahwa ia tidak pernah merasa kuatir sedikit pun dalam hidupnya, hal
tersebut adalah sebuah penyangkalan.
Akan tetapi setiap kita dapat menolong diri sendiri terlepas dari rasa
kuatir yaitu memercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan dan melihat setiap
masalah, situasi, keadaan atau peristiwa yang ada dari sudut pandang firman
Tuhan.
Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, kata 'kuatir' memiliki pengertian: takut
(gelisah, cemas) terhadap suatu
hal yang belum diketahui dengan pasti.
Perasaan ini biasanya dihubungkan dengan pikiran negatif tentang sesuatu
yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
Kuatir juga berarti was-was, bingung dan pikiran terpecah-pecah. Tuhan berfirman: "Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa
yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan
apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan
dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?" (Matius 6:25). Lalu Dia menambahkan: "Siapakah di antara kamu yang karena
kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" (Mazmur 6:27). Tuhan memperingatkan kita untuk tidak kuatir,
karena Dia sendiri yang menjadi jaminan bagi kita. "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan
engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5b).
"Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang," (Amsal 12:25)
Hendaknya kita
menyadari bahwa kekuatiran itu hanya memindahkan beban dari bahu Tuhan yang
kuat ke bahu kita yang lemah. Kekuatiran
adalah sebuah obsesi akan hal buruk yang mungkin terjadi: ketakutan terhadap hal yang tidak
menyenangkan, menderita sakit, mengalami kekurangan, kehilangan sesuatu dan
sebagainya. Daud, seorang raja pun, juga
pernah merasa kuatir, tapi ia tak mau terus dibelenggunya, karena itu "...kepada kasih setia-Mu aku
percaya," (Mazmur 13:6). Daud mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan
melalui doa dan percaya penuh kepada-Nya! |
Mau donasi lewat mana?
BCA - Elia (077-063-2951)
Mandiri - Elia (13800-1982-5590)
Post a Comment